Cari Artikel

16 July 2012

Keturunan Dan Persilangan Kenari II

Dalam kesempatan ini saya cuma ingin beruneg-uneg lagi sekaligus tukar pikiran atau share bersama dengan teman-teman dan penghobi khusunya burung kenari. Sudah beberapa tahun lalu saya menuliskan mengenai sedikit gambaran tentang apa yang dimaksud dengan F1, F2, F3 bahkan AF sekalipun. Kali ini dengan segala keterbatasan pengetahuan dan pengalaman, saya akan mencoba menggambarkan sedikit lebih dalam mengenai konsep persilangan dan keturunan perkawinan burung kenari. Sebelumnya jika ada salah mohon dikoreksi.
Sebelumnya sudah ada artikel mengenai keturunan dan persilangan kenari yang sudah saya tulis, guna melihatnya bisa klik di sini atau bisa dicari pada label dan indeks pada blog ini. Dalam tulisan keturunan dan persilangan kenari bagian II ini saya akan lebih mendekatkan tentang sistem hibriditas (persilangan) yang dikemukakan oleh Mendel dengan sistem origin, klasifikasi dan pemetaannya dengan tanpa menghitung nisbahnya. 

Langsung saja, dari sisi historis Mendel melakukan uji coba persilangan dengan menggunakan tanaman, bukan dengan burung kenari karena mungkin saat itu mungkin Mendel belum tertarik dengan burung kenari..hehe. Contoh persilangan Mendel dengan menggunakan kacang kapri ini (bisa anda cari di Google dan sumber mana saja) adalah dengan mengawinsilangkan kapri sesama GALUR MURNI dengan ketinggian yang berbeda, namun saya akan mengandaikan dengan tanaman yang lebih familiar yaitu bunga mawar dan penjelasan simpelnya adalah seperti ini:










Dari hasil tersebut maka dapat diketahui bahwa mawar merah dominan terhadap mawar putih dan sebaliknya sehingga menghasilkan keturunan F1 mawar merah 100%. Dalam fenomena F2 nya akan menghasilkan  lebih dari 70% mawar merah dan sisanya akan menghasilkan mawar putih.

Ternyata Mendel mengetahui bahwa ada sifat-sifat lainnya dimana terdapat beberapa sifat individu yang jika dikawinkan tidak mempunyai sifat dominan atau resesif terhadap individu lainnya yang kemudian saya mengistilahkannya dengan peluang untuk menghasilkan keturunan yang mix dari masing-masing induknya yang akan dijabarkan sebagai berikut: 









Dari hasil tersebut maka dapat diketahui bahwa dalam persilangan tersebut menghasilkan F1 mawar merah muda 100% yang akan diteruskan perkawinan sesama F1 mawar merah muda dengan peluang menghasilkan mawar warna merah : mawar warna merah muda dan mawar warna putih yang kemudian disebut F2.

Saatnya kita kembali lagi pada sosok burung kenari, nah sebenarnya Mendel tidak secara gamblang menyebut jenjang F3 dalam persilangannya namun ia menamakan dengan istilah yang lebih spesifik sesuai dengan sifatnya dimana mengawinsilangkan 2 jenis individu yang mempunyai 2 sifat berbeda atau lebih disebut sebagai dihibrid, trihibrid, tetrahibrid dan seterusnya. Dalam dunia burung kenari maka yang sering terjadi di kalangan peternak adalah fenomena yang sebenarnya disebut sebagai Hukum Mendel II dengan perkawinan silang model berpasangan bebas dan backcross.

Hukum berpasangan bebas ini bisa kita lihat saat beberapa peternak mengawinkan jenis hybrid x hybrid yang memiliki sifat yang banyak dan berbeda maka dalam penamaan ilmiahnya anakan hybrid x hybrid akan menghasilkan F1 yang kemudian Mendel mengujinya kembali dengan F1 x F1 dari hasil tersebut sehingga akan menghasilkan F2.
Dalam persilangan backcross malah fenomena inilah yang sebenarnya sudah banyak kita kenal yaitu  menghasilkan sifat F2 dengan cara mengawinkan F1 dengan salah satu induknya dan hukum ini biasanya digunakan secara salah kaprah karena pada dasarnya saat kita ingin mengwinkan F1 dari bloodline tertentu yang kemudian dikawinkan dengan bloodline yang berbeda maka tidak akan berlanjut pada jenjang F2 melainkan akan kembali menjadi root pasangan baru yang akan kembali menghasilkan F1 jika dikawinkan. Sebagai contoh: jika saya punya kenari hibrid dari sesama galur murni yorkshire (YY) x waterslager (ww) = F1 (YY, ww, Yw, wY, Yw) maka ketika saya mengawinkan jenis hibrid tersebut dengan border hasilnya F1 x border (bb) = F1 Yw x bb = Ywb, wbY, bwY, Ybw, bYw, wYb dan seterusnya.

Jadi sesuai dengan aplikasi Hukum Mendel di atas kita tidak akan menemui istilah AF yang sering disebut-sebut di kalangan peternak yang pada dasarnya sudah saya sebutkan dalam tulisan saya sebelumnya. Sejujurnya spekulasi dari penamaan AF sendiri bagi saya lebih tepat dalam komposisi sebagai Anak Filial (AF) dengan garis keturunan yang putus atau tidak terskema secara baik. Maka asumsi jenis AF ini bagi saya ketika 1 induk dengan sifat dan strain yang tidak jelas dikawinkan dengan induk yang tidak jelas juga maka akan menjadi AF.
Begitu pula kerancuan mengenai variabel dibelakang Filial dimana orang secara gampang sering menyebutnya hanya dengan tujuan menaikkan pamor dan orientasi bisnis, misalnya saja Yorkshire x fusan = F1ys. Bagaimana mungkin variabel fusan bisa lenyap begitu saja? Jelas penamaan ini juga kurang lengkap! Kenapa kita tidak menyebutnya F1 ysfs? biar belibet di lidah kan yang penting jelas?
Dan tentu saja jika kita termasuk peternak yang menyilangkan sesama F tanpa meninggalkan roots hibridnya maka F1 x F2 akan menjadi F3, F3 x F2 = F4 dan jika harus di backcross kan kembali dengan induk penghasil F1 nya maka akan menjadi (induk/parental x F4 = F5) dan setelah F5 akan disilangkan lagi dengan F1 maka kita bisa mengambil lajur pemetaan persilangan baru lagi atau meneruskannya sehingga akan menjadi F6. Dalam pemahaman ini maka lebih tepatnya kita tidak akan menghasilkan galur murni dengan berbagai persilangan tersebut melainkan mampu menghasilkan sifat tetap yang dominan baik memunculkan sifat baru ataukah bertahan.
Jadi saat kita menyebut F1(ys) maka berdasarkan pola penalaran di atas bisa dijabarkan bahwa filial tersebut berasal dari perkawinan jenis yorkshire (ys) x yorkshire (ys) dan begitu pula penalaran F2(ys) adalah F1ys x ys yang dijabarkan sebagai ((ys x ys) x ys)). Selain itu pola pemetaan persilangan akan membantu peternak/penyilangnya memahami sifat-sifat hasil silangannya yang mampu dijadikan sebagai model untuk menghasilkan burung berkualitas bagus.

Dengan pemaparan Mendel tersebut sebenarnya bukan mengajarkan kepada kita tentang masalah penamaan F1, F2 dan seterusnya melainkan adalah mengetahui skema, sifat, fenomena dan tujuan menyilangkan suatu individu tertentu yang kemudian bertujuan untuk menghasilkan suatu individu yang baik dan sejalan dengan harapan peternak/penyilangnya.
Saya pribadi yang jauh dari sempurna ini mungkin melewatkan banyak hal dan bisa jadi ada perubahan terhadap materi tulisan ini atau bahkan menambahkannya. Salam damai dan salam hangat untuk teman-teman semua.



Ditulis Oleh: Beternak Kenari

59 comments:

  1. blognya sadis banget. mantab!!!!!

    ReplyDelete
  2. ediaannn jozz gandozzzzz mas rio

    ReplyDelete
  3. Sayangnya byk penjual menaikkan trah yg bkn semestinya demi menaikkan harga jual

    ReplyDelete
  4. sayangnya juga beberapa pembeli tidak mau belajar dan terlalu terburu-buru

    ReplyDelete
  5. hebat hebat, selam ini kita hanya tahu dari omongan bakulnya ( yg ternyata asal mbekok), tdk sy bayangkan bahwa perjalanan keturunan tsb beitu panjang dan rumit.
    trimakasih pencerahannya, bagi saya ini suatu berkah dari Tuhan karena mengunjungi Blog ataupun Web ini.
    trimakasih, Tuhan memberkati

    ReplyDelete
  6. top...memang harusnya jelas gtu, saya yg sdh belajar ttg ilmu pertanian pernah bingung saat mendengar penuturan slh seorang peternak ttg alur/asal usul kenari2nya,jauh melenceng dr hukum mendel.

    ReplyDelete
  7. campur tangan pemerintah masih kurang, hampir semua ilmu breeding burung peliharaan masih otodidak dan mengandalkan pengalaman dikarenakan kurangnya literasi, kurangnya rasa ingin tahu dan kebingungan mencari wadah resmi yang tepat serta kompeten. Jika sumbunya salah maka semuanya akan salah dan menjadi salah kaprah. Sains masih menjadi urutan sekian walaupun beternak tidak sama dengan satu tambah satu, lagipula profit oriented sangat mempengaruhi bidang ini. Terlepas dari itu saya masih menemukan maksud baik di dalamnya.

    Terimakasih atas tanggapannya

    ReplyDelete
  8. Salam kenal bos...boleh tau, posisi Muntilannya dimana? Kapan-kapan sy pengen maen sana utk konsultasi dan melihat koleksi kenarinya...siapa tau saya kepencut...hehe

    wawan
    wawan_52314@yahoo.com

    ReplyDelete
  9. alamat saya bisa dilihat di gambar kenari muntilan klik pada view complete profile

    ReplyDelete
  10. JADI TERINGAT PELAJARAN BIOLOGI SEWAKTU SMA MENGENAI PERSILANGAN KY GINI....NICE SHARE

    ReplyDelete
  11. Baru disini saya mendapat penjelasan ttg filial yg MASUK AKAL. contoh ketika menjelaskan Yorkshire x Fusan (atau mngkin betina lain)..selama ini saya mikir ko bisa 'mereka' menghilangkan Fusan-nya dan hanya menyebut F1Ys...samapi F keberapapun mrk ttp menyebut 'F' dg penamaan F dan Ys (misal F1Ys, F2Ys dst) dg menghilangkan (mengalahkan) salah satu variabel indukan.

    ReplyDelete
  12. tanpa blog ini mungkin saya dan yang lain masih terkekang pendapat lama yang saya pikir benar, ternyata...........

    ReplyDelete
  13. Seep salam kenal sob, ditunggu kunjungan baliknya thanks

    ReplyDelete
  14. artikel yg apik, memberi pengetahuan terutama pemula di bidang breding... salam sukses

    ReplyDelete
  15. jujur saya lebih suka baca blog ini daripada grup fb. sudah lama tidak ada artikel baru lagi ya om?

    ReplyDelete
  16. top bgt.......jd tmbh pinter neh,,,,mkch ya

    ReplyDelete
  17. terimakasih dan salam kenal semuanya. Semoga dapat ide untuk menulis lagi kedepannya. Salam

    ReplyDelete
  18. jadi bingung kenari jadinya AF apa bukan ya...??? soalnya gak jelas,cm postur lumayan gede n panjang drpd lokal super...hadech...

    ReplyDelete
  19. kenapa ya orang masih suka gedenya daripada kualitasnya?

    ReplyDelete
  20. tahapnya baru sampai postur (size) karena dianggap masih baru dan lagipula banyak orang masi berpikir besar adalah bagus.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ane punya kenari af bagus nya di silangin sma apa ya om warna nya bown hijau ,maaf klo salah pemula om hehehehe

      Delete
    2. kalau masalah warna tinggal selera. Hasil bisa diprediksi walau hasil tidak selalu sama dgn prediksi

      Delete
  21. Pada sering heboh sendiri ama yang namanya hibrid. Sebenarnya konteks dan penjelasan kaya gimana si om?

    ReplyDelete
  22. menurut KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA, hibrid (hibrida) adalah sesuatu yg dihasilkan dr perkawinan antara dua jenis yg berlainan (tentang hewan atau tumbuhan). Artikel ini memaparkan sebgaian kecil dari terbentuknya proses hibrida tersebut. Selebihnya perlu kajian lebih dalam. Silahkan baca teori hibrida dari beberapa ilmuwan, saya sarankan langsung dari buku yang kredibel.

    ReplyDelete
  23. Terima kasih atas pencerahannya.
    Dari yang saya bisa saya simpulkan dari tulisannya, WS x WS = bukan WS Lokal. tapi F1 WS.
    Mohon pencerahannya ?

    ReplyDelete
  24. bagi saya lokal ataupun import hanya istilah/penanda darimana kenari tsb lahir sedangkan F1 adalah sebagai level/taraf ataupun keterangan trah/kondisi trah darimana asal-usul keturunan kenari tersebut.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sangat setuju sekali.
      Istilah lokal dan import hanya sebagai penanda dimana kenari tersebut dilahirkan / dikembangbiakkan.
      Khusunya untuk kenari yang dikatakan lokal itu sendiri, tidak ada yang tahu asal muasalnya dari indukan apa.
      Saya punya kenari baru beli katanya yg jual masuk lokal. tapi punya kaki panjang, badan panjang dan kepala agak besar, tapi body memang kecil.
      Bukan tidak mungkin kenari ini punya darah dari YS yang notabene mempunyai ciri2 seperti kaki panjang (Jingkring), badang panjang, kepala besar alias mbarong, body besar dan tegap (untuk satu ini kenari saya tidak masuk, karena kecil bodynya,hehehe).
      Jadi kita tidak bisa memastikan dan tidak bisa tahu secara persis asal muasal kenapa disebut dengan sebutan kenari LOKAL.
      Karena kebanyakan pemikiran orang2 indonesia pada umumnya adalah, kalo keturunan YS, itu pasti bodynya besar, paling tidak mendekati body YS...kalo body kecil itu masuk jenis lokal.
      Padahal ada beberapa jenis kenari yang ukurannya masih jauh lebih kecil dari kenari yang dikatakan LOKAL ini, sebut saja, Spanish Timbrado, Raza Espagnol, Five Fancy, Japan Hoso dll.
      Mohon maaf kalau ada kata2 saya yang tidak mengenakkan di hati temen2 semua, saya cuma urun rembug saja.

      Delete
  25. haduh pusing sy bacanya ! tp bagus s x artikelnya om jadi masukan yg bermanfaat s x. wassalam

    ReplyDelete
  26. harap maklum, mereka tahunya cuma katanya dan katanya ini itu, gak ngerti HUKUM Mendel itu apa. Txnk

    ReplyDelete
  27. terimakasih atas tanggapannya, bahwa pemetaan di atas adalah persilangan dengan TUJUAN tertentu, INGAT: ADA TUJUANNYA dan bukan semata mengikuti tren saja. Salam

    ReplyDelete
  28. malam om, saya baru mau coba ternak kenari...
    saya punya gloster corona sepasang+lizard sepasang, bila saya ternak nanti keturunan nya menjadi F1 Gloster/F1 Lizard..
    Bila sy Hibriditas Gloster x Lizard, keturunan nya menjadi F1 Glozard ya om...
    thx

    ReplyDelete
  29. kalo pengen nyari galur murni, gimana caranya pa?

    ReplyDelete
  30. SALAM KENARI OM, kalau blacksang jantan ( silangan pejantan sanger dan betina blacktroath) apakah anakan bisa jadi om bila disilangkan dengan kenari, apakah ini termasuk hybid om ? mohon info ya. Maaf baru coba2 belajar silang menyilang jenis kenari.


    Terima kasih

    widiadmoko JBF

    ReplyDelete
  31. saya belum pernah mencoba mungkin ada baiknya dicoba dulu..hehe. Setahu saya persilangan tersebut masuk "mule" karena sudah menyeberangi strain.

    ReplyDelete
  32. salut bos. salam kenal. Tp sayang ya kita sulit membedakan kenari yang ada di pasar. termasuk jenis yang mana. kecuali langsung ke breedernya. itupun belum menjamin. ada trik nggak bos untuk mengetahui ciri dan jenisnya... TQ

    ReplyDelete
  33. prinsipnya sbnrnya hampir sama dgn kita beli barang elektronik, burung pub kadang embel2 kualitas terbaik atau trah jawara n semacamnya. Selama kita membeli atas dasar kualitas dan penjual memberi pelayanan setelah transaksi maka saya rasa tidak ada lg yg perlu dikhawatirkan

    ReplyDelete
  34. saya tertarik memurnikan galur kenari warna, soalnya kasian liat kenari di negara kita warnanya acak2an. apakah pada keturunan ke 6 ( F6 ) terbentuk strain murni atau strain baru yang membentuk warna yang solid?

    ReplyDelete
  35. hehe, perubahan dan munculnya warna baru pada kenari pada dasarnya dipengaruhi karena mutasi dan itu alami. Hanya saja fenomena di sekeliling kita yang tidak ada orientasi untuk menghasilkan warna tertentu pada kenari sehingga terlihat tidak fokus dan random. F6 saya rasa masih terlalu muda untuk menciptakan gen yang solid

    ReplyDelete
  36. assalamualaikum wr.wb..
    salam kenal n salam kicau mania om,
    saya tanya sedikit om ttg kenari import yg jenis HOLLAND,holland dia persilangan dr kenari apa om?kenari holland merah intensif jika di silangkan dgn loper jantan orange,hasil selanjutnya akan bernama apa ya om..?yg singkatan nya aja kya (F1ysfs) gtu om..?
    trimakasih sebanyak-banyaknya om..
    semoga blogg ini di banggakan oleh semua kicau mania di indonesia n luar negri.

    ReplyDelete
  37. holland impor pada dasarnya yg saya ketahui adalah jenis colorbred. Sebagian besar datang dengan warna2 dasar seperti putih, kuning dan merah. Saya sebut colorbred karena memang tidak ada keterangan lainnya selain warna dr sifat kenari tsb. Lokal adalah penyebutan dr jenis kenari yang anggap saja asal muasalnya sulit untuk diketahui secara detail. Dulu th 2000-2006 an para penggemar mencoba menggawinkan holland impor (red intensive) dengan kenari orange (wortel) yang anakannya tetap disebut merah/wortel krn entah kebetuan atau tidak hasil dr warna orange nya masih melekat. Kemudian anakan tsb dikawinkan dengan salah satu silangan dr strain burung kenari postur besar yg kita kenal dgn nama F1 sehingga anakannya akan menjadi AF. Poinnya adalah jika bingung maka jangan dipaksakan untuk menyebutkan nama keturunannya melainkan sebutkan saja hasil kawin x dengan x harga sekian.... :)

    ReplyDelete
  38. om.... ini artikel yg menarik dan cedas....tp kembali muncul pertanyaan, yorkshire induk (mungkin import) itu apakah gen murni atau F1 jg ?

    ReplyDelete
  39. Berarti otomatis dari kesimpulan ini misal YS x YS = F1 YS , itukan anakan YS asli .. bukannya sama2 YS hasilnya YS juga tapi kg ini d anggap F1 YS ??? nah trus nyari yg asli YS dmn kalau gini ?? dihutan apa ada kenari jenis YS ??? kenari jenis YS kan adalah kenari jenis hybrid (Jenis baru antara persilangan yg berbeda) ??
    jadi cara satu2nya untuk memiliki kenari yorkshire yg rekomendasi adalah mengawinkan kenari lancashire x scotch fancy x norwich ? Jadi yg kenari import YS yg bukan asli dari inggris adalah F1YS y ?
    mohon penjelasnya ,

    Ket : YS (Yorkshire)

    ReplyDelete
  40. @Rhio Uty: coba dipahami lagi Mas masalah F1 nya. Jangan sebut asli atau tidaknya dalam dunia binatang atau tumbuhan krn sebuah jenis/strain pada dasar keilmuannya dipengaruhi oleh mutasi dan adaptasi. Misal burung gereja, jangan disebut sebagai jenis asli melainkan dia adalah jenis murni. Jenis asli dijelaskan sebagai suatu spesies yang hanya tinggal di daerah tersebut dan tidak ada di daerah lainnya, misal: Elang Jawa
    Masalah asli atau tidaknya jenis YS import, apa ada yang berani menjamin itu darimana, jenis dr kenari percampuran/tidak? coba anda cek dilapangan, fakta bahwa F2ys yg disebut penghobi sekarang ((ys)x(ysxlokal)) yang besarnya dan posturnya sangat mirip YS kemudian saya ring DKB...mungkin anda pun bisa percaya kalau itu YS asli.

    ReplyDelete
  41. maka dari itu hal yang kita selidiki tanpa ujungnya oleh beberapa penghobi kemudian direlakan menjadi strain yang seolah baku, misalnya YS import yang beredar di Indonesia. Memahami konsep pasar tidak bisa sejalan dengan konsep empiris/yang seharusnya karena memang kenyataannya beda. Jadi jika kita percaya untuk mencetak kenari YS yang disebut mas Rio Uty asli harus dengan jalan lanchasirexSFxNw ya lakukan saja, jika kita punya acuan/standar bahwa YS yang beredar sekarang sudah mendekatai/sama dengan standar YS internasional ya sudah. Itu masalah kepercayaan saja, ilmu berfungsi untuk mendampingi. Lagipula sejarah YS diciptakan juga mendapat sentuhan darah dari jenis belgian built.

    ReplyDelete
  42. Kalau WS x lokal = maka anakannya APA om?

    ReplyDelete
    Replies
    1. menurut kesepakatan asosiasi international jenis WS dianggap strain baku (resmi), dan lokal yang sering kita sebut ini anggap saja strain yang susah untuk dilacak akarnya. Terlepas dari itu hasil perkawinan strata pertama jenis apapun dikawinkan dengan jenis apapun akan menghasilkan F1 (Filial ke 1)

      Delete
  43. Artikelnya sangat bermanfaat, makasih banget mas

    ReplyDelete
  44. salam kenal n numpang lewat om kicau mania,
    joss gandos kotos-kotos, setuju banget dengan pencerahan ini semoga breder2 pemula menjadi lebih bijak untuk memunculkan varian kenarinya, tidak perlu hanyut pada arus iming2 kenari keturan x atau y atau z hanya karena mengejar keuntungan semata. Tetapi jadilah breder yang bijak tetap memegang silsilah yang benar jujur dan kejujuran bravo kenarimania...

    ReplyDelete
  45. menurut saya bagi orang awam yang latar belakang pendidikannya rendah mungkin agak sulit memahami hukum mendel... Tapi gambaran mudahnya dari penangkar ayam saja.. yg sudah lebih dulu beternak menyilangkan/memblester ayam...
    Contoh Ayam hutan X ayam kampung = bekisar ... Ayam kampung X bekisar =bekikuk... Bahkan bekisar X bekisar = bekikuk juga... jadi untuk bisa disebut Yorkshire (ya harus silangan dari Lancashire-Scotch Fancy- Norwich) jadi klo yorkshire dikawinkan lagi seharusnya diberinama lain saja jangan diberi embel embel YS biar awam tau bahwa YS bukan galur murni

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih sudah mampir. Ys sudah dikenal menjadi strain baku, jika mengacu hal tersebut maka Ys x Ys= Ys. Dalam perkembangannya kenari jenis Ls x SF x norwich tidak dapat langsung bisa disebut Ys. Butuh proses dan kriteria dalam mempertahankan sifat tersebut.Mendel menguraikan proses terjadinya/kemunculan sifat dari persilangan tersebut yang sebenernya menurut saya tidak sulit untuk dimengerti. Sama saja seperti lele yg kita kenal dengan dumbo, tidak semata lele lokal x arab akan disebut menjadi dumbo. Atau anjing siberian husky misalnya, pada tahap F tertentu dikwainkan lagi dengan F tertentu akan menghasilkan jenis ras yg diinginkan dengan mempertimbangkan sifat dominan dan resesifnya.

      Delete
  46. Kenapa ga pake teori ini yah para peternak untuk bisa menghasilkan trah juara yang nantinya bisa jadi menjadi strain baru dari jenis kenari INDONESIA?
    Steven Van Breemen mengembangkan sebuah metode ternak yang disebut : "population genetics".
    Tujuan metode ini adalah membangun suatu populasi yang ada dalam kandang dengan ciri-ciri genetika yang kurang lebih sama (homogen). Misalnya, kalau kita punya 50 ayam di kandang, maka semuanya mempunyai ciri kualitas karakter yang relatif sama (tentu tidak 100 % sama, tapi kalaupun berbeda tidak terlalu jauh). Dari kesamaan karakter ini, kita akan mampu memunculkan hasil ternak yang selalu stabil mutunya. Artinya, kita bisa mendapatkan stok super breeder unggulan yang pada akhirnya mampu memunculkan super fight.

    Metode ini merupakan pengembangan dari teori Gregory Mendel yg dimodifikasi. Aplikasinya dengan menggunakan prinsip Cross Breed, Inbreed dan Line breed secara sistematis dan tercatat dgn detail.
    Menurut Mr. Steven, bila kita sukses mengembangkan metode ini, maka kita akan ongkang2 kaki bisa menikmati hasilnya selama 20 tahun lebih…!!

    Mohon info nya om email: riyadi.yanoar@gmail.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Teori tersebut tentu saja bisa dicoba dan diaplikasikan, permasalahannya saat ini bukan memakai teori siapa namun lebih kepada orientasi dunia perkenarian Indonesia itu sendiri. Untuk menghasilkan suatu bibit unggul yang dapat dipertanggung jawabkan diperlukan waktu, tenaga dan pikiran yang ekstra dimana orientasi ternak kenari di Indonesia masih untuk "dapur ngebul".
      Menanggapi teori dari Van Breemen sebenernya memang pengembangan dari Mendel hanya saja dia menspesifikasi variabel-variabel/sifat-sifat penyilangnya secara lebih detail. Dengan kata lain untuk menghasilkan sebuah kue tart yang enak diperlukan bahan olahan yang baik dan juga pengolah (chef) yang baik. Dalam hal ini kualitas burung dan kualitas peternaknya harus sama2 baik untk menghasilkan jenis/bibit yang diharapkan.

      Delete
  47. salam kenari mania..
    saya pernah baca soal kenari asli indonesia!
    http://omkicau.com/2011/03/09/kenari-melayu-atau-kenari-gunung-burung-kenari-aseli-indonesia/
    ini baru kenari lokal.
    smoga bisa bermanfaat buat kenari mania

    ReplyDelete
    Replies
    1. kenari nama ilmiahnya adalah serinus canaria sedangkan di artikel itu disebutkan burung tersebut mempunyai nama ilmiah Serinus estherae. Jadi ini bukan kenari yang kita maksud walaupun masih satu rumpun serinus. Kenari yang kita jumpai sekarang dulunya hanya bercorak simpel gelap, perpaduan antara warna hijau, coklat dan hitam (kenari hutan) yang konon hanya ditemukan di kepulauan kenari/azores. Varian warna,postur dan suara yang ada sekarang ini karena adanya mutasi dan hasil budidaya. Kesimpulan saya sejauh ini, Indonesia tidak memiliki spesies asli bernama serinus canaria walaupun punya banyak burung asli rumpun serinus di Indonesia ini.

      Delete
  48. hebat, penjelasan yang cukup jelas namun sangat mengena. Terima kasih buat artikel yang sangat bermanfaat ini om

    ReplyDelete
  49. kalo f2ys x larquet jadi nya apa ya om masa f3yslq kan bingung haha

    ReplyDelete

Perhatian ! Boleh Copy paste, tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini.