Pages

Cari Artikel

Loading...

30 December 2011

Merawat Burung Kenari Dengan Sepenuh Hati

Saat semua orang mempertanyakan mengapa ternakan Si "A" dapat produksi dan berjalan dengan lancar atau hasil ternakan Si "B" mempunyai kualitas yang dirasa bagus dan burung kenari milik Si "C" tidak pernah sakit.....pernakah terpikir bahwa resep rahasianya adalah mereka hanya merawat dan beternak burung kenari dengan sepenuh hati? 
Fenomena yang sering terjadi bahwa seorang penghobi dan peternak burung kenari kerap mengeluh saat dilanda problem seputar kondisi burung klangenan dan ternakan mereka bahkan di beberapa kesempatan dengan niat yang besar datang ke seorang dokter hewan untuk meminta obat atau solusinya. Pertanyaan yang paling sering dilontarkan adalah:
  1. bagaimana caranya biar cepat bunyi-kawin-ngisi? sudah saya coba jodohkan tapi tidak kunjung kawin juga, ah saya jual aja deh :-)
  2. obat apa yang bisa diberikan agar burung kenari saya mampu "kerja" di lapangan? besok ada latber nih
  3. kenapa pejantan atau betina saya tidak mau ngisi? padahal perawatan sudah baik pakan juga import.
  4. wah yorkshire saya mati padahal baru beli belum ada seminggu, oh ternyata burung kenari import memang memiliki daya tahan yang tidak lebih baik dibandingkan burung lokal jadi kali ini mungkin saya kurang beruntung.

Statement di atas adalah fakta yang kerap terjadi dan lalu lalang di telinga kita serta kerap dijumpai saat berada dalam suatu komunitas bervisi sama yaitu burung kenari. Coba kita lihat lebih dalam dimana pernyataan di atas tersebut lebih menekankan bahwa burungnya lah yang salah atau memang sudah menjadi takdir si burung tersebut. Maka mungkin memang benar kata pepatah bahwa "beternak kenari itu tidak sesulit yang dikira cuma orangnya aja yang sulit".
Sulit menerima keadaan, sulit untuk berinovasi, sulit untuk maju, sulit untuk menerima pendapat dan masukan dari orang lain dan sulit menerima keberadaan penghobis lain niscaya mampu membuat peternakan burung kenari anda menjadi hancur.
ilustrasi
Dahulu seseorang berkata demikian "saya selalu menyediakan pakan import, suplemen import sampai sangkar pun juga import. Apakah masih kurang?" Lidah kami seakan tak bisa bergerak untuk menjawabnya cuma dalam hati seakan kami sepakat bahwa burung adalah makhluk hidup, bukan mesin yang mampu berproduksi selama ia hidup dan sehat. Mereka dipaksa bekerja untuk mencari makan bagi tuannya bahkan kadang-kadang karena dianggap "tidak mampu" menghasilkan keturunan mereka diperlakukan kurang baik.
Jadi mungkin keberhasilan ternak kenari juga terletak pada ketentraman batin dan maksud hati dari si tuannya. Selama sang tuan memperlakukan burung-burugnya dengan sepenuh hati, senyum dan dengan kehangatan jiwanya barangkali sosok burung tersebut akan menjadi lebih berkharisma.




The original article was written by Mtl Canary
Blog: Beternak Kenari

4 comments:

  1. kita berlomba-lomba untuk beli suplemen,obat,pakan impor karena takut momongannya ngambek dan tidak produksi atau menilai jenis kenari secara gethuk tular. Bagaimana menurut Om menanggapi hal ini?

    ReplyDelete
  2. banyak jalan menuju Roma, banyak cara menuju sukses dlm beternak. Kembangkan sesuai dengan cara anda yang baik semaksimal mungkin

    ReplyDelete
  3. Knari f1 saya sdh mªªªªu gacor tp bertengkar saat satu sarang dg betina . Umur 11 bln jantannya . Knp om?

    ReplyDelete

Perhatian ! Boleh Copy paste, tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini.

Anda Menyukai Blog Ini?